| Menuju RT 05 | | Olahraga | | Galerry Foto | | Artikel Lepas | | Berita Tp Jahil | | Sekilas Info | | Apresiasi Seni | | Tempo Doeloe |

      Wednesday, November 01, 2006

      Perjalanan ke Negeri Sakura

      Pengantar Penulis:
      Bulan Ramadhan tahun ini sungguh penuh warna bagi penulis. Gembira, bahagia, sedih, haru, bercampur jadi satu. Kebimbangan sempat melanda penulis untuk melaksanakan tugas atau kepentingan keluarga sempat melanda hari-hari penulis.

      Pertengahan Bulan Oktober 2006, Penulis melakukan perjalanan dinas selama 10 hari sebagai tugas dari perusahaan ke sebuah negeri di kawasan Timur Laut Benua Asia yaitu Jepang dan Tokyo adalah kota yang dituju penulis dalam tugas kali ini.

      Seminar sebagai tugas utama penulis tidak akan dibahas dalam tulisan kali ini, karena hal itu dirasa kurang menarik (he he he). Penulis akan lebih mengedepankan kegiatan diluar seminar sebagai bahan untuk dibagikan kepada para pembaca.

      Penulis tiba di Bandara Narita Tokyo pada Hari Selasa 17 Oktober 2006 setelah menempuh perjalanan 7 Jam penerbangan dari Jakarta. Pengalaman pertama menginjak salah satu bandara terbesar di dunia itu adalah sungguh takjub. Begitu bersih, teratur, tertib dan mengesankan. Jauh dengan keadaan bandara di negeri sendiri.

      Hari-hari berikutnya penulis lalui dengan banyak hal-hal yang belum pernah ditemui. Begitu bersih dan tertibnya negeri Jepang ini. Nyata seperti yang terdapat dalam cerita orang. Sebuah contoh begitu tertibnya masyarakat disini adalah pada saat lampu penyeberangan jalan raya berwarna MERAH yang artinya tidak boleh menyeberang jalan, para pengguna jalan tidak menyeberang sampai lampu berubah hijau, walaupun disana tidak terdapat mobil yang melintas satu pun. Stasiun kereta pun sungguh bersih. Orang-orang antri saat pintu kereta terbuka. Tidak ada rebutan masuk ke kereta. Kondisi di dalam kereta pun sangat nyaman, bersih dan berpendingin ruangan (AC).

      Terdapat kejadian “lucu” sekaligus membuat penulis tersenyum ketir (malu-maluin) dalam hati. Ketika akan buang “hajat kecil” di toilet umum, penulis mendapat pengalaman bahwa ternyata tempat buang hajat dan kran pencuci tangan dapat memancarkan air (menyiram) sendiri tanpa menekan tombol apapun begitu selesai meninggalkan toilet atau saat tangan berada di bawah kran.

      Penulis juga melakukan beberapa perjalanan ke wilayah AKIHABARA tempat pusatnya electronic shop di Jepang. Banyak produk elektronik keluaran terbaru dijual disini seperti Lapop, Kamera Digital, Handphone, iPod, Televisi dan lain-lain. Karena perbekalan uang terbatas, yah...akhirnya cuma melihat-lihat saja barang tersebut tanpa membeli, he he he. Tempat shopping juga terdapat di daerah SHIBUYA yang sangat ramai dan banyak orang pada malam hari. Pada kesempatan lain, kawasan yang dikunjungi adalah Gunung Fuji yang cukup terkenal. Sayang pada waktu itu cuaca mendung, sehingga gunung Fuji seperti enggan menampakkan wujudnya.

      Cerita mengharukan adalah saat penulis harus melakukan takbir SENDIRI pada malam Idul Fitri 1427 di dalam kamar hotel. Tidak ada gema adzan dan takbir di wilayah Penulis tinggal. Air mata menetes manakala teringat keluarga di Tanah Air yang saat itu sedang bertakbir di mesjid dan mushola. Untuk menghilangkan rasa sedih tersebut, Penulis melakukan International Call ke rumah di Indonesia dari kamar hotel. Oya, sangat murah menelepon dari Jepang ke Indonesia. Penulis menggunakan International Calling Card seharga JPY 1000,- (JPY 1,- = Rp.77,-) dapat melakukan percakapan selama 56 MENIT !!!

      Kesulitan lain saat disana, adalah sangat sulit mencari makanan yang 100% Halal, khususnya di daerah sekitar penulis tinggal. Hampir setiap restoran menyediakan menu DAGING BABI !! Penulis akhirnya hanya mengkonsumsi Ikan dan produk ikan, sesekali telur ayam. Daging ayam pernah pula dikonsumsi hanya sekali saja selama disana, walaupun mungkin dalam penyemblihannya diragukan. Penulis hanya berharap kemurahan Alloh SWT untuk mengampuni atas makanan syubhat (misal daging ayam/sapi yang tidak ketahuan cara menyembelihnya atau cara dan alat memasak makanan), karena tidak ada lagi makanan yang diyakini 100% halal.

      Penulis meninggalkan tanah Jepang tanggal 25 Oktober 2006, tiba di Indonesia pada malam hari. Sungguh sangat menyenangkan begitu datang di Bandara Soekarno-Hatta, keluarga menyambut dengan penuh sukacita.

      Alhamdulillah.

      (reported by: buddy/340)

      0 Comments:

      Post a Comment

      << Home